BRI Branch Officr Manna Dorong Pedagang Pasar Kutau Naik Kelas Lewat Transaksi QRIS

Intisarinews.co.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office (BO) Manna terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi di sektor perdagangan tradisional. Salah satunya dilakukan melalui program QRIS Racing BRI Unit Kota Timur yang menyasar para pedagang di Pasar Kutau, Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Program yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 31 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya BRI memperluas penggunaan transaksi pembayaran digital sekaligus memberikan kemudahan bagi pedagang dan konsumen dalam melakukan aktivitas jual beli.

 

Hingga saat ini, BRI Unit Kota Timur telah berhasil melakukan akuisisi sebanyak 30 barcode QRIS bagi pedagang di Pasar Kutau.

 

Branch Office Head BRI BO Manna, Ilf Hudzaifah Waltavella, turut turun langsung dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran yang mudah, cepat, praktis, dan semakin relevan dengan perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi.

 

“Kami ingin QRIS semakin dekat dengan masyarakat, termasuk para pedagang pasar. Transaksi menjadi lebih mudah, cepat dan praktis. Ini juga bagian dari komitmen BRI untuk terus mendorong digitalisasi dan memberikan layanan terbaik kepada pelaku usaha,” ujar Ilf.

 

Menurutnya, pasar tradisional memiliki potensi besar untuk berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Dengan hadirnya QRIS, pedagang dapat memberikan pilihan pembayaran yang lebih luas kepada konsumen, tidak hanya melalui transaksi tunai.

 

Selain memberikan kemudahan kepada pembeli, transaksi digital juga dapat membantu pedagang dalam mengikuti perkembangan ekosistem pembayaran yang semakin mengarah pada transaksi non-tunai.

 

Ilf mengapresiasi antusiasme para pedagang Pasar Kutau yang mulai memanfaatkan QRIS dalam kegiatan usahanya. BRI berharap jumlah pedagang yang menggunakan QRIS terus bertambah sehingga ekosistem transaksi digital di Pasar Kutau semakin kuat.

 

“Dengan semakin banyak pedagang yang menggunakan QRIS, kami berharap transaksi digital di pasar ini semakin tumbuh dan memberikan manfaat bagi pedagang maupun konsumen,” katanya.

 

Program QRIS Racing juga tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah merchant QRIS. Lebih dari itu, BRI ingin membangun kebiasaan transaksi digital yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

 

“QRIS ini bukan hanya digunakan saat ada program, tetapi menjadi kebiasaan dalam transaksi sehari-hari. Kami ingin pedagang semakin maju, transaksi semakin mudah, dan masyarakat semakin nyaman berbelanja,” tegas Ilf.

 

Melalui QRIS, pedagang Pasar Kutau kini memiliki alternatif pembayaran yang lebih praktis, sementara masyarakat dapat melakukan transaksi tanpa harus selalu membawa uang tunai.

 

BRI pun terus mendorong pasar tradisional untuk naik kelas melalui digitalisasi, sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi yang cepat, mudah dan aman.

 

Program QRIS Racing BRI Unit Kota Timur yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat transformasi digital sektor perdagangan di Kota Manna dan memperluas pemanfaatan transaksi non-tunai di kalangan pelaku usaha Bengkulu Selatan.

 

Secara umum, QRIS memungkinkan merchant menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran melalui satu standar QR. BRI juga menyebut QRIS dapat membantu membuat transaksi lebih efektif, mendukung inklusi keuangan, serta memperluas interoperabilitas pembayaran digital.

Loading

Related posts

Leave a Comment